Wednesday, August 31, 2011

Menaklukkan Pikiran Jorok

REP | 31 August 2011 | 07:01 1191 35 6 dari 9 Kompasianer menilai bermanfaat
By. Julianto Simanjuntak*****

Pikiran adalah anugerah. Pemberian Sang Ilahi yang membuat manusia bisa berkreasi, merancang, dan memproduksi banyak hal. Sama halnya dengan  perasaan dan kehendak, pikran menjadikan manusia ciptaan yang sangat istimewa.
Sayangnya manusia yang sudah jatuh ke dalam dosa tidak lagi mampu sepenuhnya mengendalikan pikiran. Maka dibutuhkan kemampuan atau skil menaklukkan pikiran.
Beberapa Pikiran Negatif
Manusia bisa jatuh dalam beberapa pola pikiran yang merusak antara lain:
A. Membaca pikiran (mind-reading)
B. Pikiran pesimis
C. Pikiran Cabul
D. Pikiran yang hampa (sia-sia)
E. Pikiran jahat
F. Pikiran negatif lainnya
Pikiran-pikiran di atas selain merusak diri sendiri dan mendatangkan dosa, juga merusak relasi dengan sesama. Maka kita perlu belajar mengendalikan pikiran-pikiran tersebut.

Pikiran Pintu Perbuatan
Yesus Pada abad I pernah berkata: ” Jika engkau memandang seorang perempuan dan menginginkan dia dalam hatimu, engkau sudah berzinah”.
Zaman itu kaum ulama atau pemimpin Agama Jahudi menerapkan hukum rajam bagi pelaku dosa perzinahan. Hukuman mati. Namun saat kalimat ini diucapkan  para pemimpin agama Jahudi menjadi sadar bahwa merekapun tidak luput dari dosa perzinahan.
Semua perbuatan dimulai dari pikiran. Sebab dari sanalah semua dirancang, diolah dan kemudian berbuahkan tindakan. Berpikir  hal negatif atau yang jahat saja sudah membuat kita berdosa. Meski itu baru terjadi dari pikiran. Kalau kita membiarkan pikiran itu menguasai atau menaklukkan diri kita, cepat atau lambat pikiran itu berbuahkan perbuatan.

Sumber Pikiran Jorok  ( Negatif )
Pikiran yang kotor, negatif atau jorok terutama bersumber dari pengalaman. Pola berpikir orangtua, salah satunya. Bagaimana sesehari kita mendengar ortu dan orang terdekat lainnya berbicara. Jika ortu sering berkata negatif tentang kita, jangan heran sifat itu sebagian kita adopsi.
Sumber kedua adalah media. Apa yang kita baca, tonton, dengarkan sehari-hari. Maka sangat penting menyeleksi bacaan, musik, bahan tontonan, serta pertemanan anak-anak sejak kecil. Pergaulan membawa pengaruh besar bagi anak kita terutama remaja. Saya suka sekali kata mutiara ini, “Pergaulan yang buruk, merusak kebiasaan yang baik”.
Mulai sekarang cobalah perhatikan isi, jenis dan mutu bacaan, tontonan dan sarana media di tangan kita. Jika banyak yang berisi pornografi, jangan heran arah dan energi pikiran anda mudah diarahkan kesana.
Jika kita bergaul dengan teman yang cenderung pesimis, mudah berpikir dan berkata negatif, maka kebiasaan itu bisa menempel dalam diri Anda.

Menaklukkan Pikiran Negatif
Mengendalikan pikiran adalah satu skil yang perlu kita miliki. Pikiran perlu diarahkan. Kita mau isi dengan apa. Kita mau diarahkan oleh konsep pikiran yang mana. Kita perlu menyaring bacaan dan juga ajaran yang kita terima.
Teologi atau keyakinan kita tentang Tuhan dan kehendakNya menjadi sangat penting. Jika kita menyerap ajaran yang salah, jangan heran pikiran dan tindakan kita mengikutinya.
Penulis menyukai nasehat seorang Pendidik yang berkata, “Semua yang manis, yang baik, yang benar dan  mulia. Pikirkanlah semua yang adil dan yang suci. Pikirkanlah yang sedap di dengar, yang patut dan berisi kebajikan, hendaklah pikirkan semua itu”
Nasehat ini mengajar kita bahwa remote pikiran itu ada pada kita.  Kitalah yang perlu mengisi pikiran itu secara sadar dan sengaja,  agar berisi hal yang baik, benar, adil, dst. Tentu dalam keberdosaan kemanusiaan  kita tidak mampu sempurna melakukannya. Anda dan saya butuh bantuan dan anugerah dari Allah yang Maha Sempurna. Butuh bantuan dan didikan seorang pendidik dan pembina mental dan spiritual kita.
Dampak pikiran yang baik dan positif terutama kepada perasaan atau emosi kita. Pikiran baik, maka emosi kita menjadi baik. Damai sejahtera dan ketenangan akan menyertai setiap kita yang mengisi pikiran kita dengan hal yang baik seperti dijelaskan di atas.
Sebaliknya pikiran negatif, kotor dan tidak pantas lainnya membuat kita cemas, merasa bersalah, dan tidak tenang. Apalagi jika pikiran itu sudah menghasilkan konflik dengan orang sekitar kita.
Mulai dari sekarang singkirkanlah bacaan, film, game atau media apapun yang tidak mendidik pikiran Anda ke arah yang baik. Demikian juga pertemanan atau persahabatan yang membuat anda berpikir jorok, pesimis dan negatif. Jika Anda tidak mampu menguasainya, satu kata : SINGKIRKAN.

Penutup
Belajar menaklukkan pikiran kita agar sesuai dengan kehendak Pencipta sungguh tidak mudah. Kita perlu terus menerus belajar menaklukkannya.  Pola  cara berpikir yang salah (negatif, jorok, pesimis, dsb) bagaikan virus yang merusak sistem “komputer” dalam otak kita. Perlu di instal ulang, dan menggantinya dengan pikiran yang baik, manis, mulia, adil, dlsb.

sumber: http://kesehatan.kompasiana.com/kejiwaan/2011/08/31/menaklukkan-pikiran-jorok/
Segenap pimpinan dan penyiar Radio Suara Sangkakala mengucapkan:
Esok adalah harapan..
Sekarang adalah kenyataan..
Kemarin adalah kenangan, yang tak luput dari khilaf dan kesalahan..
Ketika tangan tak mampu berjabat,
Kaki tak dapat melangkah.
Hanya hati yang mampu berbisik,,
”Minal Aidin Walfaizin Mohon Maaf Lahir Batin”

Friday, August 26, 2011

Pada siapa lagi Tuhan selain Engkau?

MBK: Pada siapa lagi Tuhan selain Engkau? Pernahkah Anda merasakan tidak ada lagi harapan, semua yang Anda andalkan selama ini sepertinya tidak dapat menolong, lalu Anda merasa putus asa dan kesepian? Ada satu jalan terakhir yang dapat Anda coba. Simak MBK malam ini 22.00-23.00 hanya di 88.4 FM
@
Dalam doa puasa beberapa hari yang lalu, saya mendengar di bagian akhir, gembala saya berdoa begini: “Pada siapa lagi Tuhan selain Engkau?”…

Saya jadi teringat doa yang sama saya katakan pada Tuhan, bahwa saya tidak ada lagi yang bisa saya andalkan. Saya merasa sendiri dan ditinggalkan. Pada waktu itu saya mempunyai masalah yang rumit sekali. Segala usaha yang telah saya lakukan sepertinya tidak ada hasil. Bukannya bertambah baik dan sesuai dengan keinginan. Tapi yang terjadi malah hasilnya nol.

Pengetahuan dan hal yang selama ini yang saya punya sudah saya kerahkan seperti tidak ada artinya. Orang-orang yang dapat saya percaya namun sepertinya tidak bisa membantu. Merasa ditinggalkan dan kesepian.

Apa keadaan Anda saat ini? Mari kita belajar suatu yang dahsyat, saya kadang tersenyum menyebutnya, jurus pembalik keadaan. Ya, inilah yang paling sering saya alami. Pada banyak kejadian, ketika saya naikkan doa ini, segala sesuatunya yang tampaknya tidak memihak saya, menjadi kebalikkan.
Mari kita belajar jurus itu bersama.

@@
Masalah yang saya alami saat itu ialah masalah kantor. Kejadiannya komplek sekali. Saya dihadapkan pada banyak pilihan, dan sepertinya tidak ada satupun pilihan yang baik. Bagai pepatah memilih buah simalakama. Apapun pilihan yang akan saya lakukan semua tidak baik. Bahkan mau tidak memilih pun adalah sama buruknya.

Ditambah lagi, ada teman yang selama ini saya percaya sepertinya malah tidak berpihak, bahkan seakan saya ditinggalkan.

Bahkan banyak kejadian malah membuat saya kecut menghadapi hidup. Saya teringat Firman yang mengatakan bahwa kamu bukan menjadi ekor tapi kepala. Yang saya dapat waktu itu malah seperti bukan menjadi ekor lagi, tapi seperti menjadi keset yang malah seperti diinjak orang.

Merasa malu dan dipermalukan sekali. Bahkan bantuan yang saya harapkan sepertinya tidak kunjung datang. Penghiburan dan nasehat dari teman karib bahkan sepertinya tidak ada yang datang. Bukan datang malah sepertinya menjauh.

Saya sempat complain pada Tuhan, mengapa bisa terjadi Tuhan? Apa dosa saya Tuhan? Namun Tuhanpun sepertinya diam. Maaf sayapun sendiri benci mengeluarkan air mata, namun pada keadaan itu, tanpa bisa saya hentikan, airmatapun mengalir.

Setalah sepertinya airmata saya habis. Tidak ada yang perlu ditangisi lagi. Saya berteriak pada Tuhan.
“Pada siapa lagi Tuhan selain Engkau?”

Ya, itu saja kata-kata pengharapan saya. Saya hanya bersandar pada Dia saja sekarang. Kata ini bukan sekali dua kali saya katakan, tapi berulang-ulang kali. Sampai saya sendiri capek mengatakan, tapi saya berteriak pada langit gelap dan dalam roh saya merasakan teriakan saya nyaring sampai langit.

Saya sampai tertidur saking lelahnya berteriak kalimat ini. “Pada siapa lagi Tuhan selain Engkau?”
Namun ada satu hal yang diluar nalar saya. Saya merasakan ada damai yang mengalir dalam hati saya. Saya heran sendiri, gejala apa ini. Saya merasa bahwa saya akan datang pertolongan padahal waktu itu masih belum ada solusi dan penyelesaian. Saya bertanya pada diri sendiri ada apa ini? Apa yang terjadi ini?

Saya baru pertama kali mengalami fenomena seperti itu. Merasakan damai setelah sebelumnya “berteriak” pada Tuhan. Saya akhirnya tertidur, dan tidak berapa lama persoalan saya selesai dengan baik.

Apa kekalutan dan permasalahan Anda selama ini? Gunakan jurus ini, bergantung sepenuhnya pada Tuhan. Berteriaklah dengan sepenuh hati dan roh Anda, bahwa Anda hanya mengharapakan pertolongan Dia saja. Dan yang saya alami berkali-kali dan sudah merasakan pertolongan Tuhan yang ajaib. Tuhan tidak punya anak emas, hal ini bisa terjadi pada siapa saja, termasuk Anda.

@@@
Daudpun mengalami hal ini. Ternyata Daud juga mengalami hal ini.

Mazmur 42:4 Air mataku menjadi makananku siang dan malam, karena sepanjang hari orang berkata kepadaku: "Di mana Allahmu?"
42:5 Inilah yang hendak kuingat, sementara jiwaku gundah gulana; bagaimana aku berjalan maju dalam kepadatan manusia, mendahului mereka melangkah ke rumah Allah dengan suara sorak-sorai dan nyanyian syukur, dalam keramaian orang-orang yang mengadakan perayaan.
42:6 Mengapa engkau tertekan, hai jiwaku, dan gelisah di dalam diriku? Berharaplah kepada Allah! Sebab aku akan bersyukur lagi kepada-Nya, penolongku dan Allahku!

Ya, Daud yang perkasa mengalahkan Goliat, yang menjadi tangan kanan raja Saul. Yang berhasil membawa kemenangan yang gilang gemilang dalam sejarah peperangan Israel, mengalami hal ini.

Kekalutan jiwa ini ternyata dapat terjadi pada siapa saja. Pada orang yang dekat Tuhan sekalipun tidak luput.
Daud mengalami hal ini tidak satu dua kali. Ketika dia dikejar2 Saul, ketika dia berpura-pura gila, ketika dia mau dibunuh oleh anaknya sendiri dan banyak kejadian lainnya.

Keberhasilan dan prestasi kita ternyata bukan jaminan kita tidak mengalami masalah ini. Berkali-kali bahkan berkata: Mengapa engkau tertekan, hai jiwaku, dan gelisah di dalam diriku?
Namun sekali lagi Daud berkata: Berharaplah kepada Allah! Sebab aku akan bersyukur lagi kepada-Nya, penolongku dan Allahku!

Daud tidak mengandalkan kekuatannya, pada pasukannya, pada kekayaannya, pada sahabat-sahabatnya, pada penasehatnya, pada relasinya, pada kepintarannya, tapi dia mengandalkan hanya pada satu hal: Tuhan Allah.

Dan kita selalu mendapatkan bahwa Daud berhasil melewati kekalutan yang sepertinya tidak ada harapan.
Apakah persoalan Anda saat ini? Jika keruh dan hitam pekat, dan sepertinya tanpa penyelesaian dan harapan, belajarlah pada Daud.

@@@@
Musapun mengalami hal ini. Sebelum dia menjadi Orang yang mengalami dan melakukan mujisat yang luar biasa pun mengalami hal ini. Tulah yang terjadi di Mesir, dan berperang menghadapi dukun-dukun Mesir telah ditempuh Musa. Bahkan membawa orang Israel melewati lautan dan melihat tiang awan dan tiang api.

Musa sebelumnya adalah anak angkat firaun yang penuh dengan keagungan.
Ketika dia membela orang Israel ketika berkelahi lalu membunuh orang Mesir.

Dia berjalan caranya sendiri. Ketika orang Mesir dilihatnya mau membunuhnya dia lari, bahkan dia sempat menembara di padang gurun. Ketika Tuhan menemuinya di rumput semak yang terbakar, inilah yang menjadi titik balik kehidupan Musa.

@@@@@
Yesuspun pernah mengalami hal ini. Yesus ketika saat akhir hidupNya sebelum disalib mengalami ketakutan yang sangat. Dia tahu apa yang akan dijalaninya. Bahkan ketika dia berdoa sampai keringatnya adalah darah.
Saat Dia terpaku dikayu salib, Tuhan melihat dia adalah orang yang berdosa yang hina. Dia sampai berteriak,

Matius  27:46: "Eli, Eli, lama sabakhtani?"

Ya, ketahuilah, saat dosa mengintai kita dan mungkin terjatuh dalam dosa, kita akan terjauh dari Tuhan. Tuhan jijik pada dosa kita.
Tapi apa yang dilakukan Tuhan Yesus inilah yang dapat menjadi pelajaran bagi kita? Dia berteriak memanggil Tuhan.
Dosa mungkin sudah membuat kita jauh dari Tuhan, tapi jangan biarkan Tuhan jauh tapi panggil saja Tuhan. Tuhan sudah berjanji
Matius  7:7 "Mintalah, maka akan diberikan kepadamu; carilah, maka kamu akan mendapat; ketoklah, maka pintu akan dibukakan bagimu.

Dan berteriaklah pada Tuhan, dan Dia akan mendengar dan datang pada pada Saudara. Daud, Musa dan bahkan Tuhan Yesus sendiri sudah melakukannya.
Pada siapa lagi Tuhan selain Engkau, dan Tuhan membuat segala sesuatunya baik. Milikilah pengalaman dengan Tuhan dan Andapun akan siap menghadapi segala keadaan.

Tuesday, August 23, 2011

BETHANY MIRACLE CENTER: Mujizat masih terjadi! Seorang ibu di Palangka Raya yang akan melahirkan bayi divonis dokter bahwa bayinya sudah mati lalu dia oleskan minyak urapan, saat operasi dilakukan untuk mengambil "mayat" bayi, ternyata mujizat terjadi, bayinya tiba-tiba bergerak dan hidup!!! Hadiri Ibadah Pengurapan Rabu, 24 Agustus 2011 Pukul 18.00 di Jl RTA Milono Km 3,5 Palangka Raya dilayani oleh Ps Filemon Cundiantoro
BETHANY MIRACLE CENTER: Mujisat masih terjadi! Seorang ibu yang akan melahirkan bayi divonis dokter bahwa bayinya sudah mati lalu dia oleskan minyak urapan, saat operasi dilakukan untuk mengambil "mayat" bayi, ternyata mujisat terjadi, bayinya tiba-tiba bergerak dan hidup!!! Hadiri Ibadah Pengurapan Rabu, 24 Agustus 2011 Pukul 18.00 di Jl RTA Milono Km 3,5 Palangka Raya dilayani oleh Ps Filemon Cundiantoro
Tahukah Anda bahwa Tuhan mempunyai "aturan" dalam memberkati kita?
temukan jawabannya dalam:
Program VOR (Voice Of Restoration), Rabu, 24 Agustus 2011,
06.00 - 07.00 WIB dan 21.00 - 22.00 WIB
88.4 Suara Sangkakala FM - Palangka Raya
Ps. John Pangabean - Ketetapan Tuhan memberkati umatNya

Puasa yuk!!! MBK malam ini khusus buat yang belum pernah puasa aja J Mari kita share apa yang menarik jika kita berpuasa.

MBK: Puasa yuk!!! MBK malam ini khusus buat yang belum pernah puasa aja J Mari kita share apa yang menarik jika kita berpuasa. Simak MBK malam ini 22.00-23.00 hanya di 88.4 FM

@
Saya belajar puasa saat SMP. Saya tidak tahu bagaimana awalnya aturan puasa, apa tujuan puasa, hanya waton puasa saja. Aturan yang saya pakai adalah, jangan sampai orang tau kalau engkau puasa, jadi itu aja. Jadi puasa sejak pagi, dan buka saat malam hari.

Matius  6:17 Tetapi apabila engkau berpuasa, minyakilah kepalamu dan cucilah mukamu,
Matius  6:18 supaya jangan dilihat oleh orang bahwa engkau sedang berpuasa, melainkan hanya oleh Bapamu yang ada di tempat tersembunyi. Maka Bapamu yang melihat yang tersembunyi akan membalasnya kepadamu."
Saya akhirnya mencoba mencari literature bagaimana berpuasa. Dan akhirnya saya menemukan bagaimana tujuan puasa.


Apakah tujuannya kita berpuasa?
1. Untuk merendahkan diri di hadapan Allah
2. Untuk menyatakan rasa kasih kita kepada Tuhan Yesus
3. Untuk mendisiplinkan tubuh kita dari keinginan duniawi, salah satu cara untuk menyangkal diri.
4. Untuk menambah rasa simpati kepada sesama, agar bisa merasakan penderitaan orang lain.
5. Untuk meminta jawaban Tuhan atas permasalahan kita.
6. Untuk mengusir jenis setan tertentu yang hanya bisa diusir dengan doa puasa.

Mari malam ini kita belajar seluk beluk puasa itu.

@@

Saya bersyukur mempunyai kakak rohani yang mengajarkan saya bagaimana puasa. Dan hasil pelayanannya sungguh luar biasa. Kakak rohani saya ini bercerita dia melayani di pedalaman Kalimantan, dimana banyak orang masih mempunyai jimat-jimat kadang “sahabat” yang dianggap untuk menjaga keluarga atau dirinya.

Hal ini termasuk saya sendiri juga. Waktu itu saya tidak tahu bahwa mempunyai jimat, atau minyak yang mungkin tujuan kita adalah untuk menjaga diri ternyata berarti kita menduakan Tuhan. Percaya jimat dan minyak berarti kita meragukan kuasa Tuhan. Berarti kita masih percaya ada kuasa lain yang lebih hebat atau sama hebat dengan kuasa Tuhan. Tuhan tidak pernah suka akan hal itu.

Keluaran  34:14 Sebab janganlah engkau sujud menyembah kepada allah lain, karena TUHAN, yang nama-Nya Cemburuan, adalah Allah yang cemburu.

Saya beberapa kali ikut pelayanan dengannya ke daerah pedalaman. Bagaimana dia melepaskan orang yang terikat dengan kuasa kegelapan dan jimat ini. Berbagai manifestasi yang timbul. Ada yang ketika didoakan langsung menyerahkan jimatnya dan dibakar. Ada yang ketika didoakan tiba-tiba keluar batu dari tengkuk orang yang didoakan, ada yang tiba-tiba muncul keris, ada yang tiba-tiba terangkat badannya melayang diudara, ada yang tiba-tiba mengeluarkan bau busuk sekali, dan kadang mengamuk dan manifestasi muncul mengaku sebagai pahlawan orang dayak.

Kakak rohani ini saya ketahui, jika dia ingin melayani orang yang ingin melepaskan jimat atau sahabatnya, atau minyak-minyak, maka dia akan berpuasa terlebih dahulu untuk membekali dirinya dengan kuasa dari Tuhan.

Kuasa Tuhan ternyata benar berkuasa dengan kuasa doa puasa.

@@@
Berpuasa bukan berarti kita agar lebih sakti. Bukan berarti kita lebih rohani dengan orang yang tidak berpuasa. Tuhan Yesus sendiri berpuasa.

Matius 6:16 "Dan apabila kamu berpuasa, janganlah muram mukamu seperti orang munafik. Mereka mengubah air mukanya, supaya orang melihat bahwa mereka sedang berpuasa. Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya mereka sudah mendapat upahnya.

Saya dulu agak “sok” mengajarkan teman-teman saya untuk puasa. Waktu mereka bertanya, apa manfaatnya, saya bilang selain untuk menjalankan perintah Tuhan, untuk berhemat sebagai anak kos.

Lha kalau semua lancar-lancar saja buat apa puasa kata mereka? Malah ada teman saya dengan sinis berkata, kalau mau diet atau uang kos menipis, jangan dibilang puasa untuk tujuan rohani kata mereka.

Saya tidak menyalahkan mereka. Saya malas berdebat juga. Tanpa masalah, tanpa harus karena uang saku menipis pun saya berpuasa. Kadang yang tidak enak kalau dianggap sok rohani. Apalagi jika kita mengatakan pada hamba Tuhan.
Dia katakan tanpa berpuasa pun dia dengan mudah mengusir setan dan memang demikian yang dia lakukan. Dia mengambil ayat ini:

Matius
9:14 Kemudian datanglah murid-murid Yohanes kepada Yesus dan berkata: "Mengapa kami dan orang Farisi berpuasa, tetapi murid-murid-Mu tidak?"
9:15 Jawab Yesus kepada mereka: "Dapatkah sahabat-sahabat mempelai laki-laki berdukacita selama mempelai itu bersama mereka? Tetapi waktunya akan datang mempelai itu diambil dari mereka dan pada waktu itulah mereka akan berpuasa.

Padahal murid Yesus setelah belajar dari Tuhan Yesus sendiripun setelah itu berpuasa.
Mengusir orang kerasukan

Matius  17:21 [Jenis ini tidak dapat diusir kecuali dengan berdoa dan berpuasa.]"

Mereka puasa untuk menguatkan Barnabas dan Saulus.

Kis 13:2 Pada suatu hari ketika mereka beribadah kepada Tuhan dan berpuasa, berkatalah Roh Kudus: "Khususkanlah Barnabas dan Saulus bagi-Ku untuk tugas yang telah Kutentukan bagi mereka."
13:3 Maka berpuasa dan berdoalah mereka, dan setelah meletakkan tangan ke atas kedua orang itu, mereka membiarkan keduanya pergi.

Tuhan Yesus sendiri berpuasa:
Matius  4:2 Dan setelah berpuasa empat puluh hari dan empat puluh malam, akhirnya laparlah Yesus.

Berpuasa sudah diberi teladan pada kita. Saya sejak remaja sudah mempraktekannya. Saya pikir Tuhan tentu tahu isi hati kita sebenarnya apa motivasi kita. Puasa membuat kita akan kelaparan dan kehausan.

Saat keadaan seperti ini, saat kita berdoa atau meminta sesuatu pasti berbeda dengan saat kita tidak berpuasa.

@@@@

Apa saja tipe puasa yang ada? Ini adalah jenis puasa yang dicatat di Alkitab:


Apa saja puasa yang tercatat dalam PL?
1. Puasa Musa, 40 hari 40 malam tidak makan dan tidak minum (Kel 24:16 dan Kel 34:28)
2. Puasa Daud, tidak makan dan semalaman berbaring di tanah (2 Sam 12:16)
3. Puasa Elia, 40 hari 40 malam berjalan kaki (1 Raj 19:8)
4. Puasa Ester, 3 hari 3 malam tidak makan dan tidak minum (Est 4:16)
5. Puasa Ayub, 7 hari 7 malam tidak bersuara (2:13)
6. Puasa Daniel, 10 hari hanya makan sayur dan minum air putih (Dan 1:12), doa dan puasa (Dan 9:3), berkabung selama 21 hari (Dan 10:2)
7. Puasa Yunus, 3 hari 3 malam dalam perut ikan (Yunus 1:17)
8. Puasa Niniwe, 40 hari 40 malam tidak makan, tidak minum dan tidak berbuat jahat (Yunus 3:7)


Apa saja puasa yang tercatat dalam PB?
1. Puasa Yesus, 40 hari 40 malam tidak makan (Mat 4:2)
2. Puasa Yohanes pembabtis, tidak makan dan tidak minum (Mat 11:18)
3. Puasa Paulus, 3 hari 3 malam tidak makan, tidak minum dan tidak melihat (Kis 9:9)
4. Puasa Jemaat mula-mula, untuk menguatkan Paulus dan Barnabas dalam pelayanan (Kis 13:2-3)

Secara garis besar dapat dibuat menjadi 3 jenis:
Puasa tidak makan dan minum, puasa dengan dapat minum air putih saja dan puasa tidak makan yang sangat kita suka.

Sedang waktu puasa, dapat dibagi menjadi 3 juga: mulai jam 10 malam sd jam 6 sore, sd jam 3 sore, bisa juga sampai jam 1 siang.
Adapun lamanya bisa satu hari, satu minggu, 10 hari, 40 hari.
Sekali lagi, Tuhan yang menyelidiki hati kita akan mengetahui yang terbaik buat diri kita.

@@@@@
Berpuasa tentunya bagus buat kesehatan, berpuasa membuat tubuh kita mengeluarkan racun. Banyak penelitian medis menemukan dari manfaat puasa.

Berpuasa membuat tubuh kita atau jasmani kita kelaparan dan kehausan. Kita akan belajar mengendalikan diri kita saat kita puasa. Mulut dan perut menuntut kita untuk mengisi dengan makan, namun saat itu kita mengajar dengan tegas tubuh kita sendiri untuk berpuasa, bahwa harus belajar menahan diri.

Berpuasa membuat kita merasa lebih dekat dengan Tuhan, membuat kita lebih mudah berserah dengan Tuhan, karena lemahnya tubuh kita. Apalagi jika kita sudah berpuasa dengan waktu yang lama.

Awal ketika mencoba puasa memang tidaklah mudah. Lapar dan lemas, dan banyak godaan untuk mencoba menghentikan saja. Namun ketika sudah belajar menang mencoba satu hari, maka akan mudah mencoba selanjutnya. Jika kita sudah mencapai misalnya hari ke 7 dari 10 hari yang kita targetkan, akan banyak godaan juga untuk menyerah saja. Jika kita sukses maka selanjutnya akan lebih mudah.

Demikian juga jika kita mencoba 40 hari. Meminta kekuatan Tuhan tentu akan lebih utama. Namun jika hal ini sudah menjadi kebiasaan, puasa itu biasa saja.

Tuhan mahatahu, Dia mengetahui motivasi apa kita puasa. Saya sendiri sudah banyak persoalan yang seperti rumit sekali dan tiba-tiba ada saja pertolongan Tuhan dan masalah itu dapat diselesaikan, saya temukan jawaban ketika saya belajar setia untuk puasa.
<Photo 1>